Searching...

Senin, 13 Agustus 2012

AHP (bagian 1)

Pada hakekatnya AHP merupakan suatu model pengambil keputusan yang komprehensif dengan memperhitungkan hal- hal yang bersifat kualitatif dan kuantitatif. Dalam model pengambilan keputusan dengan AHP pada dasarnya berusaha menutupi semua kekurangan dari model-model sebelumnya. AHP juga memungkinkan ke struktur suatu sistem dan lingkungan kedalam komponen saling berinteraksi dan kemudian menyatukan mereka dengan mengukur dan mengatur dampak dari komponen kesalahan sistem (Saaty,2001).
Peralatan utama dari model ini adalah sebuah hirarki fungsional dengan input utamanya adalah persepsi manusia. Jadi perbedaan yang mencolok model AHP dengan model lainnya terletak pada jenis inputnya. Terdapat 4 aksioma-aksioma yang terkandung dalam model AHP 
1. Reciprocal Comparison artinya pengambilan keputusan harus dapat memuat perbandingan dan menyatakan preferensinya. Prefesensi tersebut harus memenuhi syarat resiprokal yaitu apabila A lebih disukai daripada B dengan skala x, maka B lebih disukai daripada A dengan skala 1/x 
2. Homogenity artinya preferensi seseorang harus dapat dinyatakan dalam skala terbatas atau dengan kata lain elemen- elemennya dapat dibandingkan satu sama lainnya. Kalau aksioma ini tidak dipenuhi maka elemen- elemen yang dibandingkan tersebut tidak homogen dan harus dibentuk cluster (kelompok elemen) yang baru 
3. Independence artinya preferensi dinyatakan dengan mengasumsikan bahwa kriteria tidak dipengaruhi oleh alternatif-alternatif yang ada melainkan oleh objektif keseluruhan. Ini menunjukkan bahwa pola ketergantungan dalam AHP adalah searah, maksudnya perbandingan antara elemen-elemen dalam satu tingkat dipengaruhi atau tergantung oleh elemen-elemen pada tingkat diatasnya 
4. Expectation artinya untuk tujuan pengambil keputusan. Struktur hirarki diasumsikan lengkap. Apabila asumsi ini tidak dipenuhi maka pengambil keputusan tidak memakai seluruh kriteria atau objectif yang tersedia atau diperlukan sehingga keputusan yang diambil dianggap tidak lengkap
Selanjutnya Saaty (2001) menyatakan bahwa proses hirarki analitik (AHP) menyediakan kerangka yang memungkinkan untuk membuat suatu keputusan efektif atas isu kompleks dengan menyederhanakan dan mempercepat proses pendukung keputusan. Pada dasarnya AHP adalah suatu metode dalam merinci suatu situasi yang kompleks, yang terstruktur kedalam suatu komponen-komponennya. Artinya dengan menggunakan pendekatan AHP kita dapat memecahkan suatu masalah dalam pengambilan keputusan. 

Prosedur AHP
            Pada dasarnya langkah-langkah dalam metode AHP meliputi :
1.      Menyusun hirarki dari permasalahan yang dihadapi.
Persoalan yang akan diselesaikan, diuraikan menjadi unsur-unsurnya, yaitu kriteria dan alternatif, kemudian disusun menjadi struktur hierarki seperti Gambar di bawah ini :
2.      Penilaian kriteria dan alternatif
Kriteria dan alternatif dinilai melalui perbandingan berpasangan. Menurut Saaty (1988), untuk berbagai persoalan, skala 1 sampai 9 adalah skala terbaik dalam mengekspresikan pendapat. Nilai dan definisi pendapat kualitatif dari skala perbandingan Saaty dapat dilihat pada Tabel berikut
.
 To be continued... :D

readmore »»  

Fuzzy Analytical Hierarchy Process (DSS/AI)

F-AHP merupakan gabungan metode AHP dengan pendekatan konsep fuzzy (Raharjo dkk, 2002). F-AHP menutupi kelemahan yang terdapat pada AHP, yaitu permasalahan terhadap kriteria yang memiliki sifat subjektif lebih banyak. Ketidak pastian bilangan direpresentasikan dengan urutan skala. Untuk menentukan derajat keanggotaan pada F-AHP, digunakan aturan fungsi dalam bentuk bilangan fuzzy segitiga atau Triangular Fuzzy Number (TFN) yang disusun berdasarkan himpunan linguistik. Jadi, bilangan pada tingkat intensitas kepentingan pada AHP ditranformasikan ke dalam himpunan skala TFN. Chang (1996) mendefinisikan nilai intensitas AHP ke dalam skala fuzzy segitiga yaitu membagi tiap himpunan fuzzy dengan 2, kecuali untuk intensitas kepentingan 1. Skala fuzzy segitiga yang digunakan Chang dapat dilihat pada tabel dan gambar berikut
Ada beberapa cara yang dapat dilakukan dalam menyelesaikan permasalahan pembobotan F-AHP. Pada teori F-AHP yang dikembangkan oleh Chang telah banyak diterapkan dalam penyelesaian beberapa studi kasus, seperti jurnal Kahraman (2004),Hwang(2009). F-AHP teori Chang (1996) Menurut Chang (1996) dalam sebuah jurnal (international journal of science direct), adapun langkah penyelesaian F-AHP adalah: 1.Membuat struktur hirarki masalah yang akan diselesaikan dan menentukan perbandingan matriks berpasangan antar kriteria dengan skala TFN. 2.Menentukan nilai sintesis fuzzy (Si) prioritas. 3.Jika hasil yang diperoleh pada setiap matrik fuzzy, M2 = (l2, m2, u2) ≥ M1 = (l1, m1, u1) dapat didefinisikan sebagai nilai vector. 4.Jika hasil nilai fuzzy lebih besar dari k fuzzy , Mi (i=1,2,...,k) yang dapat didefinisikan sebagai V (M ≥ M1,M2,...,Mk) = V[(M ≥ M1) dan (M ≥ M2) dan ... (M ≥ Mi)] 5.Normalisasi bobot vektor atau nilai prioritas kriteria yang telah diproleh, W= (d(A1), d(A2), ..., d(An))T Dimana W adalah bilangan non-fuzzy.

Sebagai contoh kasus penerapan metode FAHP kedalam suatu sistem pendukung keputusan, anda dapat mendownload Paper Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Dosen Teladan menggunakan metode FAHP dengan mengklik link dibawah ini.
Download Paper

Reference: Kahraman, Cengiz, Ufuk Cebeci, dan Da Ruan, ”Multi- Attribute Comparison of Catering Service Companies Using Fuzzy AHP: The Case of Turkey,” International Journal of Production Economics 87, hal.171- 184, 2004.
readmore »»  

Rabu, 20 April 2011

Destiny...

Though I want to, I can't say anything to you..
How can I tell you my sadness?
The silence speaks, and I hide myself away from everyone to weep..
It's as if time has stopped here. Everywhere, there's a strange sadness..
readmore »»  

Senin, 18 April 2011

Persiapan Analisa Kebutuhan

Kebutuhan menjelaskan rincian yang dikerjakan dalam software, dan merupakan langkah pertama untuk menghasilkan solusi. Aktifitas kebutuhan juga disebut analisa kebutuhan, definisi kebutuhan, kebutuhan software, spesifikasi umum, spesifikasi fungsi dan analisa.

Kenapa harus membuat analisa secara formal?

Analisa kebutuhan yang eksplisit sangat penting. Analisa kebutuhan yang eksplisit meemastikan bahwa pemakai dan bukan programmer mengoperasikan fungsi sistem. Jika kebutuhan eksplisit, pemakai dapat meninjau dan menyetujuinya. Jika tidak, programmer biasanya membuat keputusan atas kebutuhan selama pemrograman. Analisa kebutuhan yang eksplisit mengingatkan kita tentang kebutuhan pemakai.

Analisa kebutuhan eksplisit mencegah timbulnya adu argumentasi. Kita membuat keputusan dalam ruang lingkup sistem sebelum mulai memprogram. Jika kita tidak setuju dengan programmer lain tentang operasi program, kita dapat melihat kebutuhan yang ditulis sebagai acuan.

Memperhatikan kebutuhan dapat meminimalkan perubahan sistem setelah pengembangan dimulai. Jika ada kesalahan coding, kita tinggal mengubah beberapa baris dan melanjutkan kerja. Jika ada kesalahan kebutuhan selama coding, desain harus diubah sesuai perubahan kebutuhan. Kita mungkin harus menghilangkan sebagian desain lama, dan karena hal ini mengakomodasikan kode yang telah ditulis, maka desain baru memerlukan waktu lebih lama.Bahkan kode yang tidak berpengaruh harus diuji ulang sehingga perubahan di bagian lain tidak menimbulkan kesalahan baru.

PS: Analisa kebutuhan seperti air. Mereka mudah dibentuk ketika membeku - Anon :)

Source: Code Complete- A practical handbook of Software Construction by Steve McConnell
readmore »»  

A moment to remember :)

I don`t really know love
I didn't know It'd come like this

I can't seem to control my heart when it comes to love
I wouldn't have started if I knew It'd be like this

Now that It's too late to turn back, I'm having regrets
I told myself I didn't love you
I hoped we were just passing acquaintances
But even so, I want you
It's making me sad

A wrong start.
That's all I saw it as.

I believed I could let you go any time
I don't know what went wrong

Knowing that I must erase you...
Makes my life harder.
readmore »»  

Persiapan Arsitektur Software

Arsitektur software merupakan bagian desain software tingkat tinggi, yang berisikan rincian desain. Arsitektur juga disebut arsitektur sistem, desain, desain level tinggi, dan desain level atas. Arsitektur dijelaskan dalam satu dokumen yang disebut spesifikasi arsitektur atau desain level atas.

Berhubung buku yang saya baca ini membahas tentang konstruksi, maka tidak membahas cara mengembangkan arsitektur software, namun difokuskan pada cara penentuan kualitas arsitektur :D, karena tahap arsitektur lebih dekat ke konstruksi daripada tahap analisa kebutuhan, maka pembahasan arsitektur lebih dalam daripada analisa kebutuhan.

Kenapa arsitektur dianggap sebagai persiapan? Karena kualitas arsitektur menentukan integritas sistem. Artinya, kualitas arsitektur menentukan kualitas sistem. Arsitektur yang baik mempermudah membuat konstruksi.

Perubahan arsitektur sangat mahal jika dilakukan di tahap konstruksi atau tahap barikutnya. waktu yang dialokasikan untuk memperbaiki kesalahan software lebih sedikit daripada waktu yang dialokasikan untuk memperbaiki kesalahan analisa kebutuhan, namun lebih banyak dari yang diperlukan untuk memperbaiki kesalahan coding (Basili dan Perrione 1984) :D. Perubahan arsitektur mirip dengan perubahan analisa kebutuhan. Perubahan arsitektur biasanya disebabkan ingin memperbaiki kesalahan atau menyempurnakan yang ada. Makin awal mengubah arsitektur makin baik. :)
readmore »»  

Minggu, 17 April 2011

Someday..

Every girl dreams of the boy she wants
some will tell you
some will hide it
it's a strange situation to be in...

how long will anyone leave trough a lonely journey?
how long will anyone spend a lifetime in loneliness?

He will surely come someday..
my love, will...
somewhere, someday..
he and i will meet..

love...
i will fall in love..

Every moment, i wait for him..
and he will take me away as his bride..

someday ^_^
readmore »»